Senin, 06 Mei 2013

PERENCANAAN BIAYA HAJI BERBASIS EMAS

Merencanakan Biaya Haji Berbasis Emas



Bagi kaum muslim di Indonesia, ibadah haji tentu adalah ibadah yang sangat dirindukan untuk segera diwujudkan. Berbagai cara dilakukan untuk segera menunaikan niat suci ini, mulai dari menabung secara rutin per bulan sampai dengan menjual aset-aset yang dimiliki sebagai biaya keberangkatan. Kedua cara ini lazim dilakukan oleh masyarakat Indonesia baik yang tinggal di perkotaan maupun di pedesaan. Antusiasme yang tinggi menyebabkan pemerintah Arab Saudi membatasi kuota untuk warna negara Indonesia, meski kuota kita adalah yang tertinggi di antara negara-negara lainnya.

Dengan adanya peraturan mengenai kuota nasional tersebut, maka mau tidak mau mereka yang ingin berangkat haji harus menunda niatnya hingga 8 tahun kemudian. Dalam kurun waktu yang cukup lama itu ada yang memanfaatkannya dengan menabung sebagian pendapatan bulanan ke bank-bank yang memiliki fasilitas tabungan haji. Umumnya ini adalah cara yang sering dijadikan pilihan oleh masyarakat kita.

Pada tahun 2000, Ongkos Naik Haji (ONH) reguler berkisar di angka 25 juta  rupiah. Sedangkan pada tahun 2010, ONH berada pada kisaran angka 35 juta rupiah. Artinya ada kenaikan 10 juta rupiah yang, kalau dibagi rata setiap tahun, kenaikan tersebut 1 juta rupiah. Berarti mereka yang merencanakan haji sejak tahun 2000 harus menabung sekurangnya 100 ribu rupiah per bulan selama 10 tahun, dengan asumsi ia sudah punya tabungan 25 juta rupiah. Itu pun kalau ia bisa memprediksi kenaikan ONH 10 tahun ke depan. Bila ia sama sekali tidak punya dana tersebut, dan masih mengasumsikan bahwa ONH tahun 2010 tetap 25 juta rupiah, maka perbulan ia harus menabung Rp.208,333. Dan nanti di tahun 2010 ia tetap harus menambah 10 juta rupiah agar tabungannya bisa mencukupi harga ONH yang berlaku.

Padahal ada cara lain yang lebih aman bagi calon jamaah haji agar uang yang sudah ia alokasikan setiap bulan tersebut nilainya tetap hingga 10 tahun kemudian. Apa itu? Menabung dengan emas! Misalnya pada tahun 2000, ONH reguler setara nilainya dengan 333 gram emas (harga emas Rp.75,000/gram). Maka setiap tahun ia harus menabung minimal 33 gram emas, atau sebulan calon jamaah tersebut harus membeli 3 gram emas atau setara dengan Rp.225,000 sebagai tabungannya tanpa harus menambah lagi di tahun 2010. Meskipun harga emas cenderung naik, namun tidak akan mengurangi nominal yang harus ia bayar ketika nanti mendaftar pada tahun 2010. Berbeda dengan menabung konvensional. Bahkan dengan menabung emas akan memiliki dana lebih saat dijual untuk biaya ONH nanti. Keunggulan emas sebagai instrumen yang zero inflation bisa membantu masyarakat dalam mewujudkan niat ibadahnya.

Saat ini memang banyak bank yang menawarkan paket tabungan haji, namun rata-rata masih menggunakan uang sebagai ‘instrumen’nya. Padahal uang yang ditabung setiap bulan tersebut nilainya akan berbeda setiap tahun karena dimakan inflasi. Jadi pada prinsipnya, menabung di bank untuk biaya haji sebenarnya adalah menyelamatkan uang agar tidak terpakai untuk kebutuhan lain, bukan untuk mempertahankan nilai uang. Sedangkan menabung emas substansinya adalah, selain untuk mencegah alokasi lain di luar haji, juga mempertahankan nilainya agar saat mendapat jatah kuotanya nanti tidak ada penambahan biaya untuk ONH tersebut. Bisa dibayangkan apabila seseorang sudah menjual tanah di kampung untuk biaya haji sebesar 25 juta rupiah tahun 2000, lalu oleh Departemen Agama ia diberi jatah tahun 2010 untuk ke Tanah Suci, uang yang sudah ia pegang tersebut kemudian ia tabung di bank. Ternyata begitu mencapai tahun 2010, ia harus menambah biaya 10 juta rupiah lagi, padahal ia sudah tidak punya aset untuk dijual. Tentu hal ini sangat ironis jika sampai terjadi. Berbeda kalau ketika ia sudah memegang dana hasil penjualan tanah lalu ia belikan emas untuk disimpan selama 10 tahun sebagai tabungan haji, maka ia malah bisa mendapat kelebihan dari tabungannya tersebut karena kenaikan harga emas cenderung lebih tinggi ketimbang inflasi dan juga ONH.

Maka jika Anda saat ini sedang merencanakan ibadah haji 5-10 tahun lagi, tidak ada salahnya Anda mulai membeli emas sebagai tabungan yang terjamin nilainya untuk mewujudkan niat suci ini.

Gabung bersama kami di Komunitas Logam Mulia GMI :


#Gerakan Emas indonesia

WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEMBELI EMAS

Kapan Waktu yang TEPAT untuk Membeli EMAS

Mungkin pertanyaan ini yang sering di tanyakan oleh semua orang yang ingin investasi emas. Sebelum pertanyaan tersebut kita jawab, ada baiknya kita mundur lagi dengan pertanyaan yang lebih substantif: apa tujuan kita berinvestasi di emas? Apakah buat tabungan masa depan? Buat ongkos naik haji? Buat biaya pendidikan anak? Beli rumah? Kendaraan? Dan berapa lama waktu yang kita punya untuk mencapai tujuan tersebut?
 
Dengan menemukan jawaban atas pertanyaan di atas, kemungkinan besar kita jadi bisa menjawab pertanyaan retoris kapan waktu terbaik untuk berinvestasi emas. Yang pasti emas adalah kategori investasi jangka menengah – panjang, dalam artian emas cocok untuk mendukung rencana keuangan yang baru akan kita lakukan pada jangka waktu 3-5 tahun ke atas. Karena emas baru akan menunjukkan keperkasaannya pada rentang waktu minimal 3 tahun.
 
Dengan demikian mestinya kita tidak perlu terlalu khawatir dengan naik turunnya harga harian emas, jika kita sudah paham bahwa emas yang kita beli baru akan kita gunakan pada waktunya nanti; 3-5 tahun kedepan, bahkan mungkin 7-10 tahun yang akan datang.
 
Jadi, kapan waktu terbaik untuk membeli emas?
 
Jawabannya adalah “SEKARANG”
 
Jika rencana sudah jelas, uang telah tersedia, maka berapapun harga emas hari ini silahkan dibeli saja. Kita tidak perlu menyesal jika kemudian harga emas keesokan harinya turun sekitar 3-5rb/gr karena memang kita tidak berencana jual emas keesokan harinya, tapi nanti 3-5 tahun lagi. Kalau kita selalu khawatir dengan naik turunnya harga harian emas, dikhawatirkan kita tidak akan sampai kemana-mana.
 
SELAMAT BERINVESTASI EMAS DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK!

Gabung bersama kami di Komunitas logam Mulia GMI di :

#Gerakan Emas Indonesia

Jumat, 03 Mei 2013

KELEBIHAN EMAS

                                 KELEBIHAN EMAS SEBAGAI MEDIA INVESTASI


Dengan banyaknya penjelasan mengenai manfaat emas sebagai media investasi semoga dapat menambah keyakinan kita semua untuk melangkah dalam investasi emas sebagai lindung nilai terhadap asset yang kita miliki khususnya disaat kita masih mampu untuk bekerja dan memiliki penghasilan. Sebagai penekanan, di bawah ini adalah penjelasan kelebihan emas sebagai media investasi :

a.  Likuiditasnya, ingat setiap kita akan melakukan investasi dalam bentuk apa pun selalu fikirkan tingkat likuditasnya artinya perhatikan tingkat kemudahanya dalam menjual asset kita dalam bentuk uang. Karena tujuan kita melakukan investasi, tentu suatu saat pasti akan datang masanya untuk kita uangkan saat kita butuh terhadap suatu hal.
   
Contoh : kita butuh untuk kebutuhan biaya rumah sakit jelas kalau kita punya simpanan emas tinggal pergi ke toko emas maka langsung dapat saat itu juga uangnya dalam hitungan menit, coba bandingkan bila kita menyimpanya dalam bentuk tanah atau property butuh waktu lama,  bahkan saham sekali pun karena aturan yang ditetapkan di Indoensia ketika kita melepas saham maka uang hasil penjualan saham baru bisa diambil 3 hari setelah transaksi dilaksanakan.

b. Tidak terpengaruh inflasi, bagaimanapun kondisi perekonomian negara kita, emas tetap akan menyesuaikan kondisi perekonomian kita dari sisi nilai, makanya emas bisa dikatakan dapat membuat kita tetap kaya. Dengan kata lain emas merupakan asset yang berada diluar sitem perbankan dunia, sehingga tidak terpengaruh oleh kebijakan moneter negara jika terjadi krisis moneter, perlu diingat pemerintah Indonesia pernah memberikan wacana akan melakukan denominasi rupiah pada tahun 2014, nah kalau kondisi demikian hindari menyimpan rupiah karena kita belum bisa mengetahui sebesar apa dampak inflasi pada tahun 2014 tersebut.

c. Nilainya tidak ditentukan oleh pemerintah, nominal harga emas untuk Indonesia semua mengacu pada harga emas yang dikeluarkan oleh ANTAM, sedangkan ANTAM sendiri pun mengeluarkan harga emas dalam mata uang rupiah yang mengacu pada harga emas dunia dan nilai Rupiah terhadap dolar Amerika, sehingga secara tidak langsung harga emas di Indonesia sudah mempertimbangkan dua aspek yaitu aspek kelangkaan emas di dunia dan aspek nilai mata uang dolar Amerika. Artinya walaupun nilai kurs dolar Amerika turun dibanding dengan nilai rupiah belum tentu harga emas turun.
 

Investasi emas sangat disarankan sebagai tabungan masa depan atau sebagai cadangan dana untuk tujuan-tujuan tertentu seperti Ongkos Naik Haji (ONH), biaya pendidikan, dan keperluan-keperluan yang sifatnya yang akan datang. Di bawah ini adalah Ilustrasi Emas sebagai Tabungan Haji.

         2007                                                     2013
ONH dalam Rupiah      Rp. 27.000.000,-        Rp.34.000.000,-
Harga Emas               Rp.     200.000/gr       Rp.    500.000,-
ONH dalam Emas                  135 gram               68 gram


 Perbandingan Investasi Emas, Tabungan dan Deposito
 
Itulah bedanya emas dengan jenis investasi lainya, karena orang yakin kalaupun ada saatnya turun karena akan adanya profit taking dari “pemain emas” dunia yang berspekulasi terhadap kondisi ini, tetapi investor emas yang untuk jangka panjang tidak akan khawatir karena dengan banyak bukti baik statistik maupun sejarah emas akan tetap diburu sepanjang masa karena EMAS adalah “uang yang sesungguhnya”.

#Gerakan Emas Indonesia 

WASPADAI INFLASI

WASPADAI INFLASI DENGAN MENABUNG EMAS

Jika anda bertanya ke ekonom tentang salah satu masalah utama yang perlu diwaspadai dalam suatu perekonomian, jawabannya adalah INFLASI. Mengapa? Karena inflasi ibarat suatu virus yang bisa menyebar kesegala aspek ekonomi, yang akhirnya akan melumpuhkan perekonomian tersebut bila tidak ditangani secara baik dan cepat.
 
Inflasi yang tinggi akan memangkas daya beli masyarakat, kemudian memaksa otoritas moneter untuk mengetatkan kebijakan moneter. Misalnya melalui peningkatan suku bunga, yang tentu saja akan menekan pertumbuhan ekonomi domestik. Selanjutnya kenaikan suku bunga akan memicu kenaikan yield obligasi, sehingga bisa meningkatkan biaya bunga pemerintah  yang pada akhirnya akan menambah beban anggaran pemerintah. Inflasi yang tinggi juga akan meningkatkan biaya produksi, sehingga mengurangi daya saing produk lokal yang berdampak pada menurunnya ekspor dan meningkatnya impor. Sebab, barang dari luar negeri menjadi relatif lebih murah dibanding dengan barang lokal.
 

Yang pada akhirnya, inflasi yang tinggi akan membuat nilai tukar rupiah terdepresiasi, sehingga meningkatkan beban hutang luar negeri dan mengurangi insentif bagi para investor asing untuk berinvestasi di dalam negeri. Begitu ganasnya penyebaran virus inflasi terhadap perekonomian. Para ekonompun menjadi gusar jika melihat tren peningkatan inflasi secara tidak wajar di suatu negara, salah satu contoh konkrit tentang ganasnya pengaruh inflasi terjadi di negara zimbabwe, dimana harga 3 butir telur saja berharga 100 miliar dolar zimbabwe.
 

Kini kita lihat kondisi inflasi di Indonesia, dalam 3 bulan pertama tahun ini tekanan inflasi dinegara kita terus mengalami peningkatan, dari 4,6% year on year (yoy) di januari terus meningkat menjadi 5,9% yoy selama Maret 2013. Angka ini belum memperhitungkan kenaikan harga BBM bersubsidi ataupun pembatasan konsumsi BBM bersubsidi. Yang tentunya, dalam jangka pendek akan meningkatkan inflasi hingga 2%, dengan asumsi kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar 30%. Jadi, salah satu resijo utama dalam perekonomian Indonesia tahun ini adalah peningkatan inflasi.
 

Peningkatan inflasi yang terjadi sekarang mencapai di 7,9% yoy. Angka ini belum termasuk perhitungan dari kondisi naiknya harga beberapa kelompok makanan, khususnya bawang merang, bawang putih dan cabai, karena suplai di pasar kurang, hal ini sudah dipastikan akan memicu peningkatan inflasi. Ini dia bahaya yang diam-diam yang akan menggerogoti kekayaan Anda: inflasi. Bayangkan, ketika Anda berpikir tabungan Anda akan aman-aman saja berada di bank, sejatinya bahaya inflasi tetap mengintai. Perhitungannya sederhana saja. Bila inflasi dalam setahun mencapai 10 persen, bandingkan dengan bagi hasil yang Anda peroleh di bank. Boleh jadi, angkanya masih jauh dari 10 persen dalam setahun.
 

Mulai cemas? Sebenarnya tidak perlu bila kita mau mulai melirik instrumen investasi. Yang paling sederhana dan terbilang paling kuno adalah emas. Budi Raharjo, perencana keuangan independen dari One Consulting, mengungkapkan bahwa emas adalah salah satu bentuk investasi pelindung nilai. Maksudnya, kenaikan harga emas atau logam mulia (LM) biasanya lebih tinggi dari inflasi per tahun. Dengan begitu, emas bisa dilirik untuk menjadi tabungan masa depan karena sangguh mengalahkan inflasi. Investasi, ungkap Budi, perlu berdasarkan pertimbangan matang dan pengetahuan cukup. Jangan jadi investor emosional yang ikut-ikutan karena sedang tren, ucapnya.
 

Memang, emas bisa menjadi investasi jangka panjang. Namun, investasi yang berlebihan di emas juga bisa merugikan. Maksud Budi, bukan dalam bentuk menumpuk emas. Ada beberapa produk turunan emas yang membutuhkan pengamatan lebih jeli, sambung dia.
 

Produk emas yang bersifat spekulatif sebaiknya dihindari. Ini karena produk spekulatif mengandung risiko utang berlebihan hingga mungkin tidak terbayar. Yang harus diketahui, harga LM berkembang mengikuti kondisi pasar juga politik dan ekonomi di dalam maupun luar negeri. Faktor yang memengaruhinya beragam hingga sulit memprediksi harga emas secara spesifik di bulan atau tahun tertentu. Pembelian produk emas yang spekulatif ini membuat calon pemiliknya jadi berharap bahwa harga emas akan naik di kemudian hari sehingga utangnya bisa terbayar sebab kenaikan harga LM itu.
 

DISCLAIMER : penyampaian data-data serta ulasan di atas hanyalah pendapat saya Pribadi dari berbagai sumber yang saya adopsi dan semata-mata saya hanya  ber”iqro” yang sangat jauh dari kesempurnaan dan saya sendiri pun tidak ingin hal tersebut digunakan dalam berspekulasi harga emas tetapi lebih kepada meyakinkan kita semua bahwa emas adalah uang yang sesungguhnya (uang “swasta”) yang juga sudah digunakan sejak jaman Rosulullah SAW yaitu uang dinar (emas). Naik turunya harga akibat mekanisme pasar tidak bisa dicampuri oleh siapapun, hal ini mengacu pada salah satu hadist yang diriwayatkan Anas R.A, “wahai Rosululloh, harga-harga barang naik (mahal), tetapkanlah harga untuk kami.” Kemudian Rosululloh SAW menjawab, “Allah-lah penentu harga, penahan, pembentang, dan pemberi rezeki. Aku berharap tatkala bertemu Allah, tidak ada seorang pun yang meminta padaku tentang adanya kedzholiman dalam urusan darah dan harta.

Gabung di Komunitas Logam Mulia GMI Bandung

#GerakanEmasIndonesia 

PERENCANAAN BIAYA PENDIDIKAN

 Rencanakan Biaya Pendidikan dengan Perencanaan Biaya Pendidikan berbasis EMAS


Perencanaan keuangan yang baik untuk biaya sekolah anak adalah suatu hal yang wajib dilakukan kita sebagai orang tua. Sahabat tentu tau, sebenarnya dari waktu ke waktu sebenarnya uang kita (Rupiah dan hampir semua mata uang) nilainya berkurang dari waktu ke waktu. Jika sahabat lihat grafik perbandingan biaya haji kemarin, sahabat bisa lihat, nilai uang kita dibanding kan dengan emas jauh menurun. Contoh sederhana, dulu waktu saya SD di kampung, pake uang Rp 25,- bisa beli 1 kerupuk, sekarang, coba sahabat pikirkan, uang Rp 25,- bisa beli apa? jawabannya GA BISA! karena uang Rp 25,- udah ditarik peredarannya…  .

Begitu pula dengan biaya pendidikan anak, jika saat ini kita mempersiapkan uang sampai dengan anak masuk perguruan tinggi (kita asumsikan anaknya baru lahir). Saya yakin jika uang itu disimpan di tabungan atau deposito dengan perkiraan biaya saat ini, tidak akan cukup, karena pada saatnya nanti anak sekolah, biaya pendidikan sudah tidak sama lagi seperti saat ini.

Kita asumsikan biaya pendidikan saat ini adalah : SD 5 jt, SMP 10 jt, SMA 15 jt, dan 50 jt untuk kuliah di perguruan tinggi. Total, Rp 80 juta jumlah dana pendidikan yang bisa kita siapkan saat ini.

Kenyataannya, berdasarkan hasil investigasi,  biaya pendidikan dimasa yang akan datang, untuk SD akan naik 2 kali lipat, 4x untuk SMP, 6x untuk SMA, dan 8x untuk kuliah. Sahabat pasti kaget, ternyata jumlah uang yang harus dipersiapkan adalah 540 juta!!!. WOoOW!!! jumlah yang sangat besar dibanding dengan jumlah uang yang kita persiapkan saat ini (80 juta). Artinya, kita harus nambah 460 juta untuk dana pendidikan. Tapi kan uang kita disimpan di deposito??? uang nya kan bertambah? | Ya! bertambah, namun saya yakin hasil bunga ataupun bagi hasil, jika uang anda disimpan di bank, tidak akan bisa mengejar kekurangan dana pendidikan anak sahabat. Ga percaya? silahkan hitung sendiri. Bagaimana dengan asuransi pendidikan??? untuk yang satu ini saya serahkan pada sahabat, silahkan hitung sendiri premi yang dibayarkan, kelebihan dan kekurangannya (biar sahabat belajar nyari sendiri infonya)

Kembali ke EMAS! Bagaimana jika 80 juta itu kita investasikan pada emas saat ini?, berapakah dana yang dibutuhkan untuk menutupi kekurangan pada saat nanti anak kita sekolah? jawabannya kemungkinan besar TIDAK ADA! bahkan mungkin sahabat dapat sisa uang dari emas yang dijual pada saat itu. Bagaimana bisa?

Emas, dalam 10 tahun terakhir, naik hampir 5 kali lipat, jika hal ini terjadi lagi (kemungkinan besar memang akan terjadi), 18 tahun kedepan (sampai anak kita masuk kuliah), kenaikannya mungkin 9 kali lipat saat ini. Artinya, saat itu, uang 80 saat ini menjadi 720 juta!! dimasa datang. WOOOOOWWWOWOW! FANTASTIS Bukan!. Mungkin jumlahnya tidak sebesar itu, karena sebagian emas kita jual setiap anak kita masuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Akan TETAPI, By The Way, tetap saja kita tidak harus menambah biaya pendidikan, malah dapat kelebihan dana. RIGHT!

Bagaimana…. masih mau naruh dana pendidikan anak anda di tabungan atau deposito? saya yakin mayoritas sahabat akan jawab TIDAK!.

Namun, semua kembali pada diri sahabat semua, LIFE IS ALWAYS ABOUT CHOICES, Right!

Gabung dikomunitas Logam Mulia GMI


#GerakanEmasIndonesia 

Rabu, 01 Mei 2013

PERBEDAAN INVESTASI DENGAN SPEKULASI

                                 APA PERBEDAAN INVESTASI DENGAN SPEKULASI??
 
Benyamin Graham, guru dari suhu nya para investor Warren Buffet, mengatakan demikian mengenai investasi :

“an operation which, upon thorough analysis, promises safety of principal and an adequate return. Operations not meeting these requirements are speculative“.

Kalau diartikan dalam bahasa Indonesianya kira-kira seperti ini :

“Sebuah cara kerja melalui analisa yang mendalam menjanjikan keamanan modal pokok dan tingkat keuntungan yang layak atau wajar. Operasi tanpa melibatkan persyaratan tersebut adalah SPEKULASI.”

Dari pemaparan singkat di atas dapat diambil kesimpulan sederhana bahwa: Perbedaan investasi dengan spekulasi adalah dilihat dari oppurtunity cost-nya atau hilangnya suatu kesempatan (peluang) sebagai akibat keputusan memilih yang lain. Semakin besar opprutunity cost yang hilang maka semakin pasti juga bahwa keputusan tersebut adalah suatu spekulasi. Ada juga pihak yang menghubungkan Investasi & Spekulasi dengan waktu & return, bila keputusan penggunaan dana tersebut dilakukan dalam waktu yang singkat untuk mengharapkan hasil yang tinggi maka mereka menyebutnya suatu tindakan Spekulasi, sebaliknya bila penempatan dana tersebut dilakukan dalam waktu yang lama dengan return yang normal (wajar) maka disebut suatu Investasi. Namun return sewajar-nya yang dikaitkan dengan waktu dimaksud, sulit mencari parameter-nya. Karena return tidak selalu ditentukan oleh waktu, bukankah unsur resiko lebih menentukan return.

Investasi emas pada dasarnya merubah pola menabung kita yang tadinya menabung dengan bentuk uang tunai sekarang dikonversikan kedalam bentuk logam mulai 24K. Namun hal yang perlu dipahami dari investasi LM ini adalah perencanaan yang matang, artinya diusahakan untuk menghindari berspekulasi. Berinvestasi hanya untuk mengharapkan kenaikan harga emas akan menjadi boomerang untuk kita nantinya, agar terhindah dari keadaan seperti itu (berspekulasi) diharapkan berinvestasi emas perencanaannya sudah benar-benar matang. Contoh :

1.      Untuk apa tujuan kita berinvestasi emas?
2.      Berapa lama waktu investasi yang diperlukan?
3.      Berapa gram emas yg harus kita siapkan?

Dengan perencanaan yang matang, kita tidak lagi terganggu oleh naik turunnya harga emas harian, misalkan kita beli di harga Rp. 502.000/gram, kemudian hari berikutnya turun 2-3rb/gram, nah! dengan perencanaan yg matang hal demikian tidak akan membuat kita merasa terganggu. Kenaikan harga emas kalau dilihat dari tabel harian memang mengalami koreksi, kadang naik kadang juga turun, kalau kita hanya terfokus pada kenaikan harga emas harian maka kita tidak akan pernah kemana-mana.

Dari pemaparan tentang alasan betapa pentingnya kita berinvestasi emas sebagai pelindung asset nilai diharapkan kita tidak terjebak pada satu sisi dilematis antara berinvestasi atau berspekulasi, banyak sekali yang awalnya berinvestasi dengan tujuan sebagai pelindung nilai aset yang kemudian tanpa disadari berubah menjadi sebuah kegiatan spekulasi yang “tidak cerdik” karena disebabkan oleh pemahaman arti investasi yang minim dan perencanaan yang tidak baik, sehingga bila terjadi kondisi dimana harga emas terjadi penurunan maka serta merta terjadi kepanikan dan pelepasan nilai asset.

“tidak cerdik” yang kami maksud disini adalah satu pemahaman yang salah tentang berinvestasi yang pada akhirnya menyebabkan kita terperosok pada dunia spekulasi, terutama dalam kondisi-kondisi :

1. Berspekulasi dengan berpikir bahwa anda sedang berinvestasi (tidak sadar kalau berspekulasi)
2. Berspekulasi secara serius (menjadi utama karena ajakan atau tergiur dengan nilai profit yang besar) padahal ilmu, pengetahuan dan kemampuannya tidak mencukupi untuk itu.
3. Berspekulasi dalam jumlah besar, padahal sebenarnya kita tidak mampu atau siap untuk kehilangan uang sejumlah itu.

Perbedaan antara Investasi dan Spekulasi, kami tuangkan dalam bentuk tabel di bawah ini :

INVESTASI                                                           SPEKULASI

Perencanaan dilakukan dengan baik          Mengutamakan keuntungan/Profit

Jangka menengah-panjang                                  Jangka pendek

Meminimalisir resiko kerugian                               Resiko besar

Sebagai pelindung nilai asset                       Spirit ingin cepat kaya

Dari banyak literature yang kami baca, hubungan antara investasi dan spekulasi sangatlah tipis, bahkan tidak ada parameter yang bisa membaca dari awal apakah kita sedang berinvestasi atau berspekulasi? Karena semuanya kembali ke rencana awal kita, sehingga yang terpenting dari investasi adalah tetapkan dahulu tujuanya apa? apakah hanya untuk berspekulasi ataukah menyelamatkan nilai uang yang kita peroleh untuk tujuan jangka panjang?. Kalau niatnya untuk ber-spekulasi tentu cara berfikirnya fokus terhadap strategi kapan “jual” dan kapan “beli” dalam rentang waktu yang menyesuaikan kondisi membeli pada harga rendah dan menjual pada harga tinggi. Tetapi bila kita bertujuan untuk investasi jangka panjang misal menabung emas untuk kebutuhan membeli rumah, pergi haji, biaya pendidikan anak sekolah, persiapan pensiun, dll maka emas adalah jawabanya. Karena emas dalam fiqih islam disebut sebagai alat tukar yang adil dan mampu mengimbangi laju inflasi.

Sudah sepantasnya kita kembalikan pada tujuan investasi kita semula yang merupakan jawaban dari semua yang akan diambil dalam menentukan investasi apa yang cocok untuk kita lakukan. Sebagai contoh kalau saya punya uang hari ini dan cukup untuk membeli mobil, pertanyaanya seberapa perlu mobil buat kita dan keluarga apalagi masih ada mobil dinas, maka sebaiknya uang tersebut dibelikan emas batangan 24 karat dan disimpan, nanti pada saatnya kita butuh mobil cukup dengan menjual emas yang kita simpan bisa membeli mobil sejenis bahkan bisa lebih baik, karena dengan minimal kenaikan emas batangan 24K berkisar di 20% per tahunnya atau tergantung rentang waktunya. Atau yang lebih nyata lagi data biaya ONH kalau misalnya pada tahun 2011 kita sudah punya cukup uang untuk bayar ONH sebesar Rp. 34 juta tetapi karena ada sesuatu yang membuat kita belum bisa berangkat, maka berdasarkan harga rilis emas LM PT. Golden Madiri Investama pada akhir tahun 2011 seharga Rp.500rb/gram, maka dapat dibelikan emas LM sebanyak 70 gram (terdiri dari 1 keping emas LM ukuran 50gr, dan 2 keping ukuran 10gr) lalu simpanlah emas tersebut, pada saatnya kita sudah siap tinggal jual emas tersebut maka kita tetap bisa membayar ONH bahkan bisa ada uang sisa kalau melihat tren statistik ONH 5 tahun terakhir ini, karena kenaikan emas jauh lebih tinggi daripada kenaikan ONH.

Gabung Bersama Kami di Komunitas Logam Mulia GMI


#GerakanEmasIndonesia

GERAKAN EMAS INDONESIA

MEMBUDAYAKAN MASYARAKAT INDONESIA GEMAR MENABUNG EMAS MELALUI GERAKAN EMAS INDONESIA


 Duta Emas Indonesia : Agung Fatwa Life Motivator

Gerakan emas Indonesia sudah mulai terlihat geliatnya, setidaknya dari data yang kami dapat kenaikanya lebih dari 100% bila dibanding tahun 2010. Dan pemberian pemahaman tentang EMAS seperti yang dilakukan oleh PT. Golden Mandiri Investama (GMI) setidaknya bisa lebih mengedukasi rakyat Indonesia tentang “Uang yang sesungguhnya” walau pencapain ini belum bisa disejajarkan dengan tingginya kesadaran rakyat China dan India perihal EMAS sebagai “proteksi nilai dan perlindungan asset” hasil kerja kita.

 Sosialisasi Gerakan Emas Indonesia di Car Free Day Dago Bandung

PT. GMI akan terus berupaya untuk memberikan edukasi tentang EMAS dengan membentuk suatu komunitas pecinta emas, dan diharapkan dengan adanya satu komunitas ini akan terus memperbanyak jumlah rakyat Indonesia yang memahami emas sebagai “Uang Sesungguhnya”, dan pada akhirnya rakyat kuat bangsa kuat. Suatu saat nanti Insya Allah Indonesia sejajar dengan China dan India dalam hal “menabung emas” sehingga pergerakan pembelian emas rakyat Indonesia dapat menggerakan harga emas dunia, karena dari sisi jumlah penduduk kita punya potensi itu tinggal bagaimana mengedukasi rakyat yang punya potensi ini untuk bergerak.
 
 Acara Sosialisasi Gerakan Emas Indonesia bersama Trio Macan

Sistem atau cara pembelian LOGAM MULIA yang akan ditawarkan oleh PT. Golden Mandiri Investama  berbeda dengan cara pembelian konvensional yang terjadi dimasyakat pada umumnya, karena memberikan kemudahan kepemilikan LOGAM MULIA dengan modal awal yang cukup relatif kecil, sehingga kepemilikan Logam Mulia ini lebih menarik untuk diaplikasikan disamping manfaat lainnya didalam mewujudkan satu cita-cita mulia dari PT. Golden Mandiri Investama yaitu memasyarakatkan masyarakat Indonesia gemar menabung emas sebagai pelindung nilai aset kehidupannya.

Ayo Gabung bersama Kmi di Komunitas Logam Mulia GMI


#GerakanEmasIndonesia